Postingan

Engkau, Cinta.

Engkau, Cinta. Engkau cinta, sini! Biar aku peluk rapuhmu. Tuhan tidak perlu diberi tau, ternyata engkau  setia dengan mukena dan suaramu parau  mengeja asma. Dunia letih mengikutimu, sementara usia berlari mengejarmu. Bagimu surga, bagiku harap. Engkau cinta, sini! Biar aku menjagamu. Dalam doa, dalam nafas, layaknya angin membelai bulan yang menjelma sabit malam ini. Mendalo, 21 Desember 2017

Aku Ingin Menulis (Lagi)

Aku Ingin Menulis  (Lagi) Saya dapat PR menulis. Suatu hal yang sudah nyaris saya tinggalkan 7 tahun silam. Dulu saya menulis puisi. Tapi kini, puisi saya karatan, berdebu dan usang. Saya juga dulu menulis cerpen. Tapi cerpen saya kini entah tertinggal dimana. Mungkin ada disudut lemari, dibawah majalah usang yang enggan saya buang. PR menulis ini juga tidak membolehkan curhat yang tersirat. Wah, tambah membuat saya merasa gundah gulana. Apalagi, dalam group itu isinya para dewa. Tapi, saya mulai berpikir, apakah jari,  otak, hati, perasaan dan niat menulis saya akan saya biarkan menjadi prasasti? Tegak berdiri, hanya untuk dilihat, dikenang, menjadi catatan dan dibiarkan bertahun tanpa bisa berbuat apa-apa melawan usia dan menunggu diruntuhkan? Ketika majalah sastra berganti dengan buku pelajaran. Ketika buku kumpulan puisi berganti dengan majalah tentang  pengasuhan. Ketika novel  dengan ragam bahasa indah, berganti dengan bertumpuknya buku donge...

Tentang Azri

Dia belum genap berusia 3 tahun.. tapi, banyak hal yang mestinya aku syukuri atas kehadirannya di dunia..  Komentar negatif tentangnya : "Anak kakak ni nakal nian kak!" "Ya Allah anak kau ni Puuuuuut... degil. "Jual" be lah.. " (istilah "jual" hanya sekedar tradisi, entah adat atau syarat atau apapun lah itu namanya diartikan, anak harus dijual dengan orang lain kalo sang anak laki-laki sangat mi rip dengan ayahnya.) dan komentar lain yang aku malas untuk menuliskannya. Well, hei.. Aku ibunya, yang mengandungnya, yang melahirkannya, yang menyusuinya, aku yang berusaha dengan segenap apa yang aku punya berusaha untuk membesarkannya. Aku tak peduli dengan semua komentar negatif kalian. Sungguh, aku tak peduli. Yang aku pedulikan bagaimana akhlaknya aku didik hingga ia bisa bersikap meniru sunnah Nabi hingga ia dewasa, bagaimana asupan makannya aku penuhi, bagaimana pendidikannya kelak melampaui kami, bagaimana kelak ia menjadi penolong Agama Allah ...
Gambar
Aku dan Spongebob.. Ih, langsing banget ya cewek di photo itu.. Hehehe.. Kalo gak salah waktu itu berat daku masih 42kg.. Sekarang?? Yah, nambah 8kg lah... Awalnya sih rada shock nambah 8kg, tapi kata adik Mama yang notabene adalah Bibi-ku "Ah udah, gak usah dipikirin..Dah laku juga".*maksudnya, nyante aja kan udah punya suami.Hihihihi... Ini mo ngomongin berat badan ato Spongebob sih? Oke lanjut sodara-sodara.. Duluuuu, aku suka banget sama kartun.Semua kartun populer di stasiun tivi aku suka. Kebetulan aku juga masih menjadi guru di sebuah Sekolah Dasar. Bisa disimpulkan kegemaranku itu ada manfaat positifnya juga, karena kalo anak-anak cerita ttg kartun aku bisa ikutan nimbrung, aku dan siswa jadi akrab, belajar pun makin asyik. Nah balik lagi ke si Spongebob. Photo ini diambil malam hari disebuah mall dikota Jambi. Dan taukah sodara2? Sore sebelumnya daku dilamar n ketemu camer.. Whats??Kok bisa sih?? Ya bisa lah... jadi ceritanya setelah proses ketemu camer n lam...