Tentang Azri
Dia belum genap berusia 3 tahun.. tapi, banyak hal yang mestinya aku syukuri atas kehadirannya di dunia..
Komentar negatif tentangnya :
"Anak kakak ni nakal nian kak!"
"Ya Allah anak kau ni Puuuuuut... degil. "Jual" be lah.. " (istilah "jual" hanya sekedar tradisi, entah adat atau syarat atau apapun lah itu namanya diartikan, anak harus dijual dengan orang lain kalo sang anak laki-laki sangat mirip dengan ayahnya.)
dan komentar lain yang aku malas untuk menuliskannya.
Well, hei.. Aku ibunya, yang mengandungnya, yang melahirkannya, yang menyusuinya, aku yang berusaha dengan segenap apa yang aku punya berusaha untuk membesarkannya. Aku tak peduli dengan semua komentar negatif kalian. Sungguh, aku tak peduli. Yang aku pedulikan bagaimana akhlaknya aku didik hingga ia bisa bersikap meniru sunnah Nabi hingga ia dewasa, bagaimana asupan makannya aku penuhi, bagaimana pendidikannya kelak melampaui kami, bagaimana kelak ia menjadi penolong Agama Allah yang sejati, bagaimana kelak ia bisa hidup menjadi pribadi yang muslim yang tangguh dan pemberani.
Dia Azri Muhammad Wirdas, yang kemarin siang mencium pipiku ketika aku bertakbir karena kesakitan diurut oleh Buyutnya,mengambil bedak tabur dan segera memijit punggungku sembari berkata "ummi sakit ya mi? Aji urut ya.. "
Yang tadi malam menemaniku diruang praktik bidan, mencium keningku dan memastikan aku baik2 saja sembari bertanya "dd sakit yo miii?"
Dia yang tadi pagi meluncurkan protes "ummi dak sopan, lempar2" karena aku tidak sengaja melempar sikat giginya ketika mandi...
Dia yang mengerti ada adik bayi dalam perut Ummi, mengalah ketika aku menolak untuk menggendongnya di depan. Dia yang selalu menyapa adik bayi, mengobrol dan membacakan doa tidur dan Al-fatihah ketika malam menjelang...
Ah nak, Ummi bahagia dengan kehadiranmu. Ummi banyak belajar darimu. Ummi bersyukur atas hadirmu, karena dirimulah nak salah satu ladang amal ummi.. Maafkan Ummi yang masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar untuk menjadi ummi yang terbaik untukmu. Ummi tidak bisa selalu disampingmu, tidak bisa selalu menjagamu. Hanya Allah yang bisa nak, hanya Allah yang mampu.. Yang ummi bisa lakukan adalah berdoa untuk kebaikanmu, kesehatanmu, keberkahan hidupmu dan ummi janji akan melakukan itu disepanjang hayat hidup ummi.Dan selama nafas ummi masih berhembus, ummi akan pastikan bahwa ummi akan berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untukmu..
Tentang tingkah polahmu, biar saja orang menilaimu.. Ummi takkan perduli dengan hal2 yang negatif. Tapi, nak.. ummi yakin engkau pun sudah berusaha untuk menjadi "anak baik".. karena menurutmu anak baik bukan temennya tikus..
Big hug n much kiss 4 u my lovely son..
*episode working mom rindu anak..
Komentar negatif tentangnya :
"Anak kakak ni nakal nian kak!"
"Ya Allah anak kau ni Puuuuuut... degil. "Jual" be lah.. " (istilah "jual" hanya sekedar tradisi, entah adat atau syarat atau apapun lah itu namanya diartikan, anak harus dijual dengan orang lain kalo sang anak laki-laki sangat mirip dengan ayahnya.)
dan komentar lain yang aku malas untuk menuliskannya.
Well, hei.. Aku ibunya, yang mengandungnya, yang melahirkannya, yang menyusuinya, aku yang berusaha dengan segenap apa yang aku punya berusaha untuk membesarkannya. Aku tak peduli dengan semua komentar negatif kalian. Sungguh, aku tak peduli. Yang aku pedulikan bagaimana akhlaknya aku didik hingga ia bisa bersikap meniru sunnah Nabi hingga ia dewasa, bagaimana asupan makannya aku penuhi, bagaimana pendidikannya kelak melampaui kami, bagaimana kelak ia menjadi penolong Agama Allah yang sejati, bagaimana kelak ia bisa hidup menjadi pribadi yang muslim yang tangguh dan pemberani.
Dia Azri Muhammad Wirdas, yang kemarin siang mencium pipiku ketika aku bertakbir karena kesakitan diurut oleh Buyutnya,mengambil bedak tabur dan segera memijit punggungku sembari berkata "ummi sakit ya mi? Aji urut ya.. "
Yang tadi malam menemaniku diruang praktik bidan, mencium keningku dan memastikan aku baik2 saja sembari bertanya "dd sakit yo miii?"
Dia yang tadi pagi meluncurkan protes "ummi dak sopan, lempar2" karena aku tidak sengaja melempar sikat giginya ketika mandi...
Dia yang mengerti ada adik bayi dalam perut Ummi, mengalah ketika aku menolak untuk menggendongnya di depan. Dia yang selalu menyapa adik bayi, mengobrol dan membacakan doa tidur dan Al-fatihah ketika malam menjelang...
Ah nak, Ummi bahagia dengan kehadiranmu. Ummi banyak belajar darimu. Ummi bersyukur atas hadirmu, karena dirimulah nak salah satu ladang amal ummi.. Maafkan Ummi yang masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar untuk menjadi ummi yang terbaik untukmu. Ummi tidak bisa selalu disampingmu, tidak bisa selalu menjagamu. Hanya Allah yang bisa nak, hanya Allah yang mampu.. Yang ummi bisa lakukan adalah berdoa untuk kebaikanmu, kesehatanmu, keberkahan hidupmu dan ummi janji akan melakukan itu disepanjang hayat hidup ummi.Dan selama nafas ummi masih berhembus, ummi akan pastikan bahwa ummi akan berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untukmu..
Tentang tingkah polahmu, biar saja orang menilaimu.. Ummi takkan perduli dengan hal2 yang negatif. Tapi, nak.. ummi yakin engkau pun sudah berusaha untuk menjadi "anak baik".. karena menurutmu anak baik bukan temennya tikus..
Big hug n much kiss 4 u my lovely son..
*episode working mom rindu anak..
Komentar
Posting Komentar