Aku Ingin Menulis (Lagi)

Aku Ingin Menulis  (Lagi)

Saya dapat PR menulis. Suatu hal yang sudah nyaris saya tinggalkan 7 tahun silam. Dulu saya menulis puisi. Tapi kini, puisi saya karatan, berdebu dan usang.
Saya juga dulu menulis cerpen. Tapi cerpen saya kini entah tertinggal dimana. Mungkin ada disudut lemari, dibawah majalah usang yang enggan saya buang.
PR menulis ini juga tidak membolehkan curhat yang tersirat. Wah, tambah membuat saya merasa gundah gulana. Apalagi, dalam group itu isinya para dewa.
Tapi, saya mulai berpikir, apakah jari,  otak, hati, perasaan dan niat menulis saya akan saya biarkan menjadi prasasti?
Tegak berdiri, hanya untuk dilihat, dikenang, menjadi catatan dan dibiarkan bertahun tanpa bisa berbuat apa-apa melawan usia dan menunggu diruntuhkan?
Ketika majalah sastra berganti dengan buku pelajaran.
Ketika buku kumpulan puisi berganti dengan majalah tentang  pengasuhan.
Ketika novel  dengan ragam bahasa indah, berganti dengan bertumpuknya buku dongeng yang mengajarkan moral.
Dan, menjadi lucu ketika disuatu hari saya diingatkan oleh “Facebook” tentang “See Your Memories?”.
 Ternyata , saya juga pernah termasuk golongan emak-emak “alay” yang hobby menulis alias curhat di facebook. Jikalau boleh dibilang menulis status juga bisa dikategorikan “menulis”. Hehehehe.. J
Dan, ketika memang ada yang mengatakan menulis bisa menjadi terapi kejiwaan, saya setuju. Tidak perlu survey  yang repot. Saya cukup membaca, memperhatikan, menyimak  dan jika sempat saya akan bertanya pada teman-teman saya yang menulis curhat mereka.
Rata-rata mereka menemukan kepuasan tersendiri setelah menuliskan isi hati mereka di media sosial. Tidak peduli dengan kaidah bahasa, apa yang mereka tulis, bahkan tidak peduli dengan hal apa yang akan ditimbulkan setelahnya.
Maka, meminjam istilah yang Om Marck punya. Dan dengan didorong oleh keinginan yang sudah lama terpendam. Maka, mulai hari ini saya akan mulai dengan tuliskan saja apa yang saya pikirkan.


Salam hangat dari Mamak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Azri

Engkau, Cinta.