Engkau, Cinta.

Engkau, Cinta.

Engkau cinta, sini!
Biar aku peluk rapuhmu.
Tuhan tidak perlu diberi tau, ternyata engkau  setia dengan mukena dan
suaramu parau  mengeja asma.
Dunia letih mengikutimu, sementara usia berlari mengejarmu.
Bagimu surga, bagiku harap.
Engkau cinta, sini!
Biar aku menjagamu. Dalam doa, dalam nafas,
layaknya angin membelai bulan yang menjelma sabit malam ini.


Mendalo, 21 Desember 2017

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Azri

Aku Ingin Menulis (Lagi)